Tampilkan postingan dengan label SABLON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SABLON. Tampilkan semua postingan

MENGENAL FUNGSI FILM SABLON


     Sebelum kita mulai mengafdruk screen sablon, maka kita memerlukan sebuah Film sablon.
Fungsi dari Film Sablon adalah memblok cahaya yang masuk saat proses penyinaran dilakukan ( Afdruk). Obat Afdruk yang terblok akan tetap mudah dibersihkan oleh air, sedangkan obat afdruk yang terekspos cahaya akan bereaksi dan mengeras, sehingga akan sulit untuk ditembus oleh cairan.
Setidaknya, sebuah Film Sablon yang baik harus memenuhi kriteria berikut ini :
  • Bahannya transparant, semakin transparant semakin baik.
  • Tidak memuai saat diprint, sehingga tidak ada pergeseran letak hasil print.
  • Tinta yang ter-print di Film Sablon harus hitam pekat dan bergaris tajam / solid.
Ada beberapa bahan yang bisa kita gunakan untuk membuat sebuah film sablon, diantaranya adalah :
  • Kertas HVS biasa ( setelah di-print, digosok dengan minyak untuk dibuat transparant ).
  • Kertas kalkir.
  • Kodak Trace ( sejenis plastik lembaran yang dapat di-print dan permukaannya transparant ).
  • Repro Film ( sebuah bahan plastik transparant yang di-print menggunakan mesin khusus untuk pembuatan film untuk keperluan cetak profesional ).
  • Dll.
Ada berbagai macam cara dan teknik pembuatan Film Sablon, diantaranya adalah :
  • Gambar tangan dengan spidol hitam menggunakan kertas kalkir atau plastik OPP.
  • Membuat FIlm Sablon dengan menggunakan program komputer seperti misalnya ; Coreldraw, Adobe Ilustrator, Photoshop, Freehand, dsb.
  • Menggunakan kertas cutting / plotter.
  • Dll.
Bila anda ingin membuat sendiri film sablon anda sendiri maka anda dapat mempertimbangkan untuk mempelajari ilmu design grafis. Namun, bila anda merasa tidak/kurang berbakat dalam bidang design, maka anda bisa mencari jasa setting komputer atau design grafis di sekitar daerah pusat percetakan di kota anda.
Selain anda akan dibantu oleh jasa yang mereka tawarkan, anda juga bisa memperluas jaringan dan ilmu anda, karena biasanya mereka sudah banyak tahu mengenai dunia sablon dan percetakan.
Beberapa artikel yang bisa anda lihat untuk mempelajari pembuatan film sablon sendiri :
Selamat Belajar …

JENIS – JENIS TINTA SABLON


      Tinta sablon tersedia dalam berbagai macam jenis. Masing-masing memiliki karakteristik dan aplikasi penggunaan yang khusus. Masing-masing tinta sablon dibuat untuk dapat disablonkan ke satu atau beberapa jenis bahan tertentu, seperti misalnya; tinta plastik tentunya khusus digunakan untuk menyablon diatas bahan-bahan plastik.
     Berikut ini adalah beberapa jenis tinta yang dapat kita temui di pasaran dan aplikasi penggunaannya :
Tinta waterbase / Basis Air
Tinta Rubber / karet / GL : digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Memiliki karakteristik seperti karet yang dapat melar bila ditarik. Tinta rubber banyak sekali tersedia dalam berbagai macam kualitas. Tinta rubber yang bagus dapat kita kenali dari daya tutupnya, hasil sablonannya apakah lembut atau kasar, dan juga tingkat elastisitasnya ( apakah bila ditarik dia akan melar dan tidak retak ).
Rubber Transparant : merupakan tinta rubber yang memiliki karakteristik transparansi, sehingga dapat digunakan dalam proses sablon separasi ( tumpuk 4 warna ) karena sifatnya yang transparan, sehingga lapisan warna atas dapat depengaruhi oleh lapisan warna yang ada dibawahnya.
Tinta Extender / Medium : digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Memiliki karakteristik transparansi / bening, sehingga tidak dapat digunakan pada bahan kain yang berwarna gelap. Jenis tinta ini memiliki permukaan yang halus bila kita sentuh, karena dia dapat menyerap ke pori – pori kain dengan baik. Tinta extender dapat juga digunakan untuk menyablon dengan teknik separasi ( tumpuk 4 warna ).
Tinta Soft White : digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Pada awalnya tinta jenis ini digunakan untuk menghasilkan efek vintage atau grunge yang samar – samar, karena karakteristiknya yang halus namun dapat disablonkan ke bahan berwarna gelap. Namun akhir-akhir ini softwhite juga banyak digunakan untuk sablon kaos yang menggunakan teknik raster ( gambar gradasi ), yang biasanya cukup sulit untuk diperoleh saat menggunakan tinta jenis rubber. Tinta softwhite, memiliki karakteristik warna putih yang soft sesuai dengan namanya, jadi jangan berharap untuk mendapatkan warna putih tebal bila hendak menggunakan tinta jenis ini.
Tinta Foaming : sering juga disebut dengan tinta timbul / busa, karena karakteristik tinta ini yang dapat mengembang bila terkena press panas. Digunakan untuk menghasilkan efek timbul / foaming pada sablonan diatas bahan textile / kaos.
Tinta Metalic : umtuk menghasilkan warna emas atau silver, maka diperlukan tinta jenis metalic. Tinta metalic terdiri dari 2 komponen, yaitu : binder metalic dan serbuk metalic. Sebaiknya keduanya dicampur pada saat hendak menyablon ( dadakan ) untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih cemerlang, karena tinta jenis ini bisa mengalami proses oksidasi, yaitu proses perubahan warna kearah yang lebih gelap.

Tinta Special Effect – untuk textile / kain
Tinta Discharge ( cabut warna ) : tinta jenis ini memiliki efek khusus yang dapat mencabut/ menghilangkan warna pada kain katun. Sebagaimana yang kita ketahui, kain katun yang berwarna-warni sebenarnya telah melewati proses pencelupan warna. Tinta discharge dapat digunakan untuk menghilangkan kembali pewarna yang sudah menempel di benang kain, sehingga mengembalikan warna benang kain itu ke warna asalnya ( bila warna benang putih maka hasil cabut warna akan terlihat putih kembali ). Dengan teknik sablon, maka tinta discharge bisa menghasilkan sebuah efek yang menawan, karena hanya bidang yang disablon saja yang akan menghasilkan efek pencabutan warna, sehingga tekstur dan warna yang dihasilkan seperti menyatu dengan bahan kain ( karena memang demikian ).
Tinta Glitters : sebenarnya tidak tepat bila disebut tinta karena merupakan campuran dari lem glitters dan serbuk glitters itu sendiri. Tinta glitters menghasilkan efek gemerlap sesuai dengan jenis glitters yang digunakan. Beberapa jenis efek glitters yang dapat anda temui di pasaran, diantaranya adalah ; glitters metalic, glitters rainbow, glitters hologram, glitters hexagon, dsb. Ada dua cara untuk menyablon dengan tinta glitters. Pertama, disablon dengan dicampurkan bersama lemnya ( menggunakan kain screen yang sangat kasar : T-12 SL ). Kedua, dengan menyablonkan terlebih dahulu lem glitters, kemudian glitters tersebut ditaburkan ke atas sablonan lem yang masih basah ( bisa menggunakan kain screen dengan ukuran standart untuk menyablonkan lemnya, mis : T-48 / T-54 ).
Elastic Binder : merupakan tinta / binder yang berkarakteristik sangat lentur. Dapat digunakan untuk menyablon diatas kain yang berpori – pori kasar atau lentur, seperti ; kain sweater, kain spandex, kain rajut, dsb.
Tinta Plastisol : tinta plastisol sebenarnya tidak dapat digolongkan dalam kategori tinta waterbase karena merupakan tinta berbasis minyak / oilbase. Tinta jenis ini memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan tinta jenis waterbase untuk textile lainnya, diantaranya ; tidak mudah kering di screen, daya tutup yang sangat baik, bisa dibuat tebal sekali sehingga menghasilkan efek timbul yang sangat kentara, dsb. Sayangnya, tinta plastisol ini memerlukan peralatan yang cukup mahal untuk proses pengeringannya, seperti ; mesin conveyor curing danflash curing yang berharga jutaan hingga puluhan juta untuk memilikinya. Tinta plastisol sendiri juga bisa dibagi menjadi beberapa jenis, seperti ; all purpose Ink, High Opacity, High Density Plastisol, Cork Base, Natural Suade, dsb. Salah satu kelemahan dari tinta plastisol ini adalah hasil sablonannya tidak bisa di setrika atau di dry clean karena bisa membuatnya rusak / meleleh.
Foil Transfer : sama seperti glitters, foil transfer bukanlah tinta sablon, karena terdiri dari lem foil dan kertas foil sebagai penghasil efeknya. Teknik sablonnya sederhana, anda hanya perlu menyablonkan lem foil sesuai gambar yang ingin ada beri efek foil, lalu tempelkan potongan kertas foil ke atas lem yang sudah mengering dan lakukan heat press atau cold press untuk transfer efeknya.
Flocking : merupakan sebuah efek beludru yang dapat kita dapatkan dengan cara transfer atau dengan meniupkan serbuk beludru keatas lem flocking yang sudah mengering ( dengan bantuan mesin magnetik blower ). Sebagai pemula, bila anda ingin mencoba efek ini, maka lebih baik dengan menggunakan teknik transfer, yaitu dengan membeli flocking paper siap pakai, karena mesin magnetik blower berharga cukup mahal, sehingga investasi yang perlu anda keluarkan cukup besar.
Tinta Glow in the Dark : tinta ini punya efek bercahaya saat di tempat gelap. Sebenarnya tinta ini merupakan campuran antara serbuk fosfor yang mampu menyerap cahaya dan memendarkannya kembali saatgelap ( efeknya dalam waktu terbatas ) dengan tinta yang berkarakteristik transparant, seperti misalnya : rubber transparant atau tinta extender. Tinta jenis ini hanya dapat menghasilkan efek yang baik diatas warna terang, sehingga bila hendak disablonkan di atas kain berwarna gelap, maka perlu dilakukan underbase ( dasaran ) berwarna terang terlebih dulu.
Crack Binder : tinta jenis ini dapat menghasilkan efek retakan yang natural, sangat menawan bila anda hendak menyablon dengan tema vintage atau grunge.
Tinta Basis Minyak / Solvent Base
Tinta PVC : untuk menyablon diatas bahan/media ; kertas, mika, PVC, acrilyc, kulit sintetis, kayu, dll. Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta PVC mudah untuk digunakan karena tidak mudah kering di screen.
Tinta Polymate : untuk menyablon diatas bahan/media ; plastik PP, PE, atau HDPE ( Kresek ). Menggunakan minyak pencampur M 4 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta polymate perlu diproses terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyablon, karena tinta yang baru dibeli biasanya sangat cepat mengering di atas screen. Sebelum digunakan, tinta polymate dicampur dengan M 4 secukupnya dan dibiarkan dalam keadaan tutup kaleng terbuka untuk beberapa lama ( kurang lebih 20 – 24 jam ), bila sempat sesekali aduk kembali dan tambahkan M 4. Setelah tinta agak mengental, maka dapat segera digunakan dengan nyaman untuk menyablon ( tidak cepat kering ).
Tinta Polytuff : mirip dengan tinta polymate, namun dengan minyak pencampur therfin sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Biasanya digunakan untuk menyablon karung plastik.
Tinta Nylon : untuk menyablon diatas bahan/ media nylon atau kain polyester ( bahan tas ). Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta nylon mudah untuk digunakan, dan terkadang memerlukan campuran catalyst ( penguat ) untuk bahan nylon tertentu.
Tinta Heavy Duty / Industrial : ada banyak jenis tinta dalam kategori ini yang disesuaikan dengan kebutuhan dan media yang akan di sablon seperti misalnya ; tinta untuk metal, kaca/ gelas, keramik, hard plastik, coated metal, PS, ABS, dsb.
Tinta-tinta sablon yang disebutkan diatas sebenarnya hanya mewakili beberapa saja dari jenis-jenis tinta sablon yang ada di pasaran dan yang sering digunakan. Sebagai pemula, adalah lebih baik untuk anda tidak memusingkan mengenai banyaknya kategori tinta yang ada, karena seiring waktu dan banyaknya projek sablon yang anda kerjakan akan membantu meningkatkan pengetahuan anda akan jenis tinta yang cocok untuk digunakan pada projek yang akan anda kerjakan nantinya.

BELAJAR DASAR SABLON MANUAL UNTUK PLASTIK



    Secara garis besar percetakan dibagi menjadi 4 bagian yaitu: Cetak Datar, Cetak Dalam, Cetak Tinggi dan Cetak Saring. Cetak sablon termasuk bagian cetak saring, karena menggunakan alat cetak Screen-Screen Printing.

    Persiapan untuk menyablon tidak sulit dan tidak memakan biaya besar, cukup hanya menyediakan peralatan seperti :
1. Screen (kain gasa terbuat dari Polyster/Nylon)
2. Rakel (alat sapu terbuat dari karet sintetis).
3. Obat Afdruk (cairan kental/emilsion).
4. Mika (alat pemoles obat afdruk).
5. Sinar Matahari/Kotak Lampu (penyinaran saat mengafdruk).
6. Busa (untuk mengepress film pada screen).
7. Semprotan Air (pengembang gambar hasil afdruk).
8. Meja Sablon.
9. Tinta/Cat (khusus sablon)

Ada 3 aspek tehnik sablon :
  1. Tehnik membuat film sablon.
  2. Tehnik mengafdruk screen.
  3. Tehnik sablon segala dasar.
Dengan memahami ketiga dasar tersebut, maka anda sudah bisa memulai pekerjaan cetak sablon yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan atau pun menjadikan sebagai pekerjaan tetap.

Hasil sablon yang baik sangat ditentukan oleh jenis Screen yang digunakan. sebagai contoh: Untuk menyablon kaos/kain maka screen yang cocok digunakan adalah screen yang berpori-pori kasar dengan type screen T48, T54, T61, T77 dan T90. 

Untuk menyablon kertas, plastik, sticker,PVC dll, screen yang cocok digunakan adalah jenis screen sedang dan halus dengan type screen T120, T150, T165, S180 dan S200. 

Sedangkan untuk sablon gambar full colour raster halus dan sparasi menggunakan type screen S180 dan S200 (nilai screen semakin besar maka kerapatannya semakin tinggi).

BERSAMBUNG...........>>>>>>>>

TIPS SETTING FILM SABLON

      Proses afdruk, terkadang keahlian untuk memodifikasi file sangat penting dan dibutuhkan dalam hal setting film pada sablon. Karena bukan rahasia lagi bahwa kita akan menemui beberapa konsumen yang sangat awam dengan dunia desain dan sablon ini, mereka memberikan file desain yang berbentuk JPEG atau Bitmap sesuai kenginan mereka. Ditambah lagi ukuran filenya yang memiliki resolusi atau kapasitas yang sangat kecil hingga tidak qualified untuk dibuat menjadi film sablon.
      Pada artikel ini saya akan memberikan sedikit tips bagi para pemula pada umumnya dalam dunia desain untuk mengatasi permasalahan dalam menyetting film pada sablon tersebut. Tapi saya akan memberikan contoh yang paling sederhana saja sembari untuk para pemula agar bisa dan mudah dimengerti sisanya anda kembangkan sendiri. Yaitu Teknik trace untuk kepentingan setting film pada sablon. Karena biasanya hal ini terjadi pada logo, maka saya contohkan juga menggunakan logo. Langkah-langkahnya antara lain sebagai berikut:
  1. Buka Corel Draw (Yang ini pake Corel Draw 12)
  2. Pilih File yang akan di trace, klik  File >> Import
  3. Seleksi pada file tersebut klik Bitmaps >> Trace Bitmap. Maka akan muncul atau jump ke corel trace
  4. Pada Corel trace klik menu Image >> Mode >> Black and White
  5.  Atur nilai Threshold-nya sesuai dengan kebutuhan (Default 128). Lalu tekan OK
  6.  Lalu klik menu Trace >> By Outline. Hasil trace bisa dilihat di kotak sebelah kanan
  7. Lalu tutup aplikasi Corel Trace, muncul notifikasi untuk save, klik Yes.
      Kembali kita buka Corel Draw-nya. Disana bisa kita lihat hasil trace sudah ada di Corel Draw. Kita tinggal memodifikasinya atau mengeditnya, karena sekarang log tersebut sudah menjadi jenis Vektor. Naah dengan demikian gambar yang semula dengan tesolusi kecil bisa kita edit dengan sempurna.

BELAJAR DASAR SABLON MANUAL UNTUK KAOS

1. Penyetingan gambar

    Siapkan gambar yang akan di sablon sebelum dicetak sablon, kemudian edit berdasarkan warna masing-masing, dalam hal ini biasanya menggunakan program coreldraw dan photoshop.


2. Tahap pra-afdruk (sebelum pefilm-an)

   Tahap ini meliputi pembersihan dan persiapan screen. Dalam pembersihan dan persiapan screen alat-alat sablon yang dibutuhkan meliputi:

  • sabun colek
  • air
  • kain spon

   Pertama-tama screen sablon kita cuci menggunakan air dan sabun kemudian kita usap dengan menggunakan kain spon. setelah kita cuci, screen harus kita keringkan dengan menjemurnya di sinar matahari, hal ini perlu karena sebelum di afdruk screen harus benar-benar bersih dan kering.


3.Tahap afdruk (pefilm-an)

   Tahap ini meliputi pemberian obat, pembakaran screen/pefilm-an, dan pencucian obat pada screen.Di dalam tahap pemberian obat kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:

  • screen
  • obat afduk
  • kipas angin/blower
  • alat perata screen

    pertama-tama kita siapkan obat afdruk dengan cara campur cairan merah dan putih (dosissesuai anjuran di kotak box-nya). Setelah obat tersebut tercampur dengan rata tuangkansedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-tipisnya, kemudian screen tersebut kitakeringkan dengan menggunakan kipas angin atau blower. di dalam pengeringan ini screen tidakboleh terkena sinar matahari untuk itu dianjurkan pengeringan di ruang tertutup. setelahkering kita memasuki tahap pembakaran screen atau pefilm-an. di tahap ini kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:


  • kaca
  • gambar yg telah diedit
  • screen
  • kain dengan warna hitam
  • busa screen
  • papan

     pertama kita ambil papan terlebih dahulu, taruh busa di atas papan kemudian taruh kain warna hitam di atas busa tersebut. lalu kita ambil screen yang telah kita siapkan kemudian taruh screen diatas kain berwarna hitam setelah itu kita ambil gambar yang telah diedit dan tempel diatas screen , sebelum gambar tersebut kita tempel di screen terlebih dahulu kita olesi dengan minyak garong, hal ini dilakukan agar kertas pada gambar akan tembus sinar. setelah itu taruh kaca diatas screen. untuk lebih jelasnya urutan dari bawah ke atas adalah:


  • papan
  • busa screen
  • kain berwarna hitam
  • screen
  • gambar
  • kaca

    Setelah itu kita sinari screen dengan sinar matahari. didalam penyinaran waktu yang dibutuhkan antara 3 sampai 5 detik. karena jika terlalu lama dalam penyinaran, pefilm-an screen tidak akan gagal. setelah screen kita sinari, maka screen tersebut harus kita cuci untuk membersihkan berkas-berkas obat. dalam pencucian kita membutuhkan alat penyemprot, alat ini digunakan untuk membersihkan obat yang tersisa di sela-sela gambar yang terdapat pada screen.



4.Tahap penyablonan / Teknik Sablon

Pada tahap ini, alat-alat yang kita butuhkan antara lain:


  • screen(yang telah difilm)
  • minyak cat
  • cat
  • meja berkaca
  • pengunci screen
  • rakel(alat pengesut)
  • kertas atau kain

    Pertama-tama ambil screen dan kunci screen pada meja berkaca lalu persiapan untuk cat-nya campur minyak cat dengan cat. setelah itu taruh kertas atau kain yang akan disablon diatas meja berkaca, tuang cat pada screen secukupnya kemudian kesut menggunakan rakel. maka jadilah hasil sablonan.


5.Penghapusan film

   pada tahap ini kita membutuhkan obat pencuci film. pertama-tama basahi screen dengan air lalu tuang obat pencuci screen pada screen gosok dengan menggunakan kain spon bilas dan keringkan dengan dijemur di sinar matahari demikianlah tips untuk melakukan sablon secara manual lain halnya dengan sablon digital, untuk sablon digital, anda lebih di tuntut mempunyai alat sablon digital yang cukup mahal bagi anda yang ingin belajar sablon.

BERSAMBUNG...........>>>>>>>>