Tampilkan postingan dengan label ELEKTRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ELEKTRO. Tampilkan semua postingan

BAGIAN TV YANG SERING RUSAK

      Beberapa bagian televisi sering mengalami kerusakan, sehingga tidak salah kalau menganggap bagian ini merupakan daerah yang rentan dan rawan akan gejala rusak. Yang mana kalau kita melihat kerusakan pada TV kebanyakan adalah mati total, tidak ada gambar, gambar gelap, gambar buram/ blur, tidak ada suara, cacat warna, dsb

      Nah beberapa bagian penting pada pesawat televisi yang sering mengalami kerusakan perlu diketahui untuk mengantisipasi kalau terjadi tv rusak dan meminimalisir penyebab terjadinya kerusakan tersebut.

   Umumnya televisi rusak karena beberapa faktor, misalnya karena temperatur yang terlalu panas, karena terkena air, karat, lonjakan tegangan, dll.

      Bagian yang sering rusak tersebut tidak sama pada setiap televisi bergantung dari merk dan usia dari TV tersebut. Berikut ini misalnya beberapa tempat yang sering saya temukan mengalami kerusakan dan gejala yang ditimbulkan apabila bagian tersebut rusak.

1) Bagian power supply, televisi akan mati total atau nyala sebentar kemudian mati


2) Bagian transistor horizontal, televisi akan mati atau tidak mengeluarkan gambar pada layar

3) Bagian transistor Vertikal, televisi akan mati atau menampilkan garis datar pada layar.


4) Bagian tuner, televisi akan tidak dapat menangkap siaran


5) Bagian kop flyback atau karet yang menutup anoda ke crt, televisi akan mengeluarkan bunyi berisik karena tegangan anoda bocor rusak cacat gambar atau ada interferensi, biasanya karena ada bagian komponen listrik yang berkarat atau terkena air.

      Dan masih banyak lagi sebenarnya. Tiap-tiap merek televisi umumnya memiliki ciri khusus kerusakan yang tidak sama dengan merk lainnya. Untuk kerusakan lain yang lebih banyak lain waktu akan saya tulis di blog ini dan akan terus saya update apabila memungkinkan. 


MODIFIKASI POWER OCL 150 W

MODIFIKASI POWER OCL 150 W 

Sedang  buka-buka catatan lama waktu lalu, sedang marak aktif speaker dan  VCD baru-baru keluar dulu, tidak sengaja nemuin lembaran kertas modifikasi power ocl 150 w ( 2 x 150 ) menjadi  2 x 300 w  s/d  2 x 500 w dan di sini saya juga tidak terlalu banyak mengulasnya karena banyak macam dan versi untuk memodifikasi unit ini. Versi standar di pasaran, power ocl 150 w telah cukup popular selama bertahun-tahun dan merupakan unit yang sangat serbaguna, artikel ini menunjukan betapa serbagunanya unit itu. Lihat diartikel ini menambahkan deskripsi unit tahap input sirkuit lanjut seperti pada tahap umpan input pada power blazer, control volume  + filter bass. Dalam versi ini, peran control volume + filter bass tidak berfungsi seperti tapis Low Pass Filter sejati seperti pada unit lowpass  subwoofer atau tone control inkluid subwoofer yang sedang beredar pada saat ini, sirkuit lanjut  ini hanya meningkatkan nada rendah agar beberapa respon frekuensi low yang amat rendah tak merespon jadi inkluid merespon pula  tetapi tidak menghilangkan nilai respon Mid dan Treble.

Tahap input ( sebenarnya tahap kedua dari tone control yaitu volume control ) memiliki keuntungan tahap penguatan kedua ini dengan control tingkat penguatan ( Potensio ) dan  juga dapat ditambah dengan Pot untuk Balance bila di ingini. Hal ini juga nilai penguatan dapat ditambah atau dikurangi dengan mengubah nilai R pada rangkaian tahap kedua input ini, Buffer referensi dari situs esp  http://sound.westhost.com  Project list  97 Hi-fi Preamp.

Bisa juga tahap input ini berperinsip seperti Linzkwit filter, tetapi dalam unit ini terjadi perubahan suara akan menjadi natural pada  nada lownya dan saya amat menyukai hal ini. Dan ini menjadi sesuai keseleraan pada hasil reproduksi suara, dan filter dapat di hilangkan untuk hanya dijadikan volume + Balance control.
Ada 2 referensi untuk tahap input;  yang pertama saya ambil control volume dari situs esp Dan yang kedua ini hanya standar buffer sudah lama saya menggunakannya.

Selanjutnya  tahap  modifikasi power OCL 150 w, ini tidak terlalu banyak perubahan hanya penambahan beberapa komponen saja. Hal pertama hanya penambahan C ( lihat gambar atas )pada tahap input power OCL, R 100k di tambah C dengan nilai 1n, 1n2 s/d 100 n ini merupakan seperti tapis ( pembuang /peredam ) pada beberapa respon frekuensi (seperti membuat Banpass atau low pass ). Nilai C ( tambahan ini ) bisa disesuaikan dengan selera, antara 1n ,1n2, 47 n dan 100 n untuk C 100 n respon nada low menjadi amat rendah, tetapi tidak demikian rendahnya jika mengganti C input 100 n pada power OCL  150 w dengan nilai 47 n, tanpa menambah C pada R 100k pun hanya dengan penambahan sirkuit Tahap kedua input  suara sudah menjadi seimbang dan lebih bersih begitu juga dengan nada bass akan lebih menonjol  ( penambahan C ini perlu juga memperhitungkan R nya – tidak tetap hanya dengan R 100 k ). Dan tahap selanjutnya hanya mengganti R 10 k ( R 15 k ada beberapa dipasaran yang menggunakan R 10 k menjadi 15 k /R bias ) dengan 2 x 100 k atau 15 k-10k /2 Watt, juga 2 x R 22 k disatukan ke R 2 x 100 k( kaki kanan R 100k yang nyatu dengan dioada dan Base Tr A564/A733 ) lalu dibuang ke ground, ini menjadikan meniadakannya  interaksi Trimpot tingkat individu ( Trim Adjus…. Seperti pada power tingkatan 600w -1000w ), sehingga menjadi lebih mudah – menyesuaikan satu masukan pada tingkat salah satu masukan lainnya.  Selanjutnya merubah R 33k ( R gain ) menjadi 47k,  dan R 33k ( Bias to Base Tr A564 ) dari kaki base ke ground diganti menjadi 2k2 atau 3k3, untuk 3k3 saya sudah mencobanya selama beberapa waktu dan tidak menjadi  masalah atau dengan 4k7. Melalui perubahan pada salah satu Nilai R 560 ohm dengan  470 ohm, tetapi dengan merubah nilai R ini perlu pendekatan pada nilai R 100k input – saran tidak dirubahpun tidak menjadi beban pada tahap modifikasi, atau dirubahpun hanya ada perubahan  sedikit pada beberapa ke penilaian suara.

Seterusnya mengganti Tr  A733 / A564 dengan Tr respon teganggan tinggi ( TR High Voltage ) , dan Kesemua Elco pula ikut diganti ( mengganti TR dan elco dengan mempertimbangkan Voltase  daya yang digunakan ). Dengan tegangangan rendanh power supply Tr A564 pun sudah cukup memuaskan dan tidak perlu mempertimbangkan untuk menggantinya. Tetapi jauh bila menggunakan tegangan di atas 32 volt Tr A564 ini perlu harus diganti, penggantian dengan Tr respon High Voltage bisa Bc560 atau 2n5401 Etc atau lihat dengan data buku transistor serupa. Dan selanjutnya TR driver tingkatt lanjutan B507-D313 dan D438/D400, inipun perlu harus diganti – penggantian B507-D313 bisa dengan C4793-A1873 Etc sedangkan D438/D400 dengan MJL340 Etc atau bisa mencari dari data buku transistor serupa karena kembali pada kesesuaian selera dan kemudahan mencari penggantian TR nya.

Berikutnya perubahan pada nilai R 300 ohm, ini hanya pendekatan pada nilai watt saja berkisaran 2watt. Atau sekitar 390 ohm/ 2watt atau tetap 300 ohm/2watt, nilai 390 ohm/2watt hanya relevan bila pendekatan pada unit agak terlalu panas bisa juga R 10k / 15 k yang diganti dengan 2x100k tetap menggunakan nilai 10k tetapi dengan 2watt dan R300ohm dengan 2watt pula seterusnya R 100ohm jalur dari Colektor TR final juga dengan 100 ohm/2watt. Dan terakhir Transistor final, inilah kembali pada kesesuaian, bisa menggunakan MJL15003-MJL 15004 atau sanken-ths 2sc5200 dll, TR final minimal 2 set permonoblog.

Demikian sekilas memodifikasi  Unit power OCL 2x 150w, mungkin akan memakan banyak waktu dan sekaligus biaya yang tidak sedikit memodif OCL seperti ulasan diatas. Ini hanya saran, unit OCL 150w tanpa dirubah hanya dengan menggunakan TR final seri sanken Etc dengan versi original sudah memiliki suara dengan cirri khas tersendiri  sudah enaklah…,  atau dengan ikut seperti punya saya hanya menggunakan TR final TIP 41-42 C + filter seperti ulasan diatas dan ini tidak terlalu banyak memakan biaya penuh untuk unit ini ( OCL ).  Hanya memakan beberapa modifikasi sedikit

nb: pada gambar pcb ocl menggunakan Ramayana

MERAKIT POWER SUPPLY AMPLI DENGAN WATT BESAR

Penjelasan bagimana merakit power amplifier telah saya bahas dan saya ulas di artikel sebelumnya,di antara kalian mungkin sudah paham tentang cara merakit power amplifier serta di artikel sebelumnya saya juga membahas cara modifikasi power amplifier 150 watt,sekarang yang ingin saya informasikan sebuah artikel yang mencakup serta membahas cara merakit power supply untuk power amplifier yang mempunyai watt besar.

Power supply ini bisa di gunakan untuk amplifier 400watt, 450watt, 600watt, 750 watt atau 1000watt ke atas,Sebenarnya untuk power supply power amplifier watt besar atau  rangkaiannya pada dasarnya sama seperti power supply untuk watt kecil / rendah,Disini yang membedakan besar kecilnya ukuran komponennya.Semakin besar watt power amplifier maka semakin banyak dan kuat pula power / tenaga yang di butuhkan power amplifier tersebut.



Sementara untuk men supply kebutuhan power / tenaga power amplifier yang watt nya besar maka harus di tunjang dengan ukuran yang besar dan juga yang berkwalitas komponen bagus agar hasil nya pun bisa maksimal sebagai contoh apabila kita hendak merakit power amplifier 1200watt maka trafo nya pun harus memiliki ampere yang besar,bisa pakai trafo 20A (Ampere),trafo 25 A, semakin besar ampere semakin bagus dan minimal pakai trafo 15 Ampere.Komponen lain yang harus di persiapkan adalah :

DIVAIZZ.BLOGSPOT.COM

  •  Elco 47000uf / 100v  =  4 / 6 buah
  • Dioda Bridge / kiprok = 1 / 2 buah
  • Resistor 15 k / 1watt  =  4 buah
  • Kapasitor / milar 470nf / 100v  = 2 buah




Cara merakitnya hubungkan / sambung (-) elco dengan (+) elco pada 6 buah elco sebagai (0) / gruond dan di hubungkan ke 0 / CT trafo,selanjutnya hubungkan (+) 6 elco ke + dioda bridge / kiprok sebagai VCC + power amplifier,lalu hubungkan (-) 6 elco ke - dioda bridge sebagai VCC - power amplifier.dan kemudian dua kaki dioda bridge di hubungkan ke 50V trafo,sementara untuk resistor dan milar masing-masing di hubungkan antara ( - 0 + ) pada elco.Untuk lebih jelas dan detail lihat skema di bawah ini :


DIVAIZZ.BLOGSPOT.COM

MACAM KERUSAKAN DVD PLAYER & SERVISNYA

Segala jenis kerusakan pada suatu perangkat elektronik bisa saja terjadi termasuk juga pada sebuah perangkat elektronik rumah tangga dan salah satu di antaranya adalah DVD PLAYER.

Sekarang ini memang begitu banyak merk-merk keluaran terbaru seperti mek & produk china yang akhir-akhir ini mampu mendobrak pasaran elektronika di segala penjuru.Mulai dari handphone,televisi,dan tak luput juga untuk perangkat elektronik DVD PLAYER.

Memang kapan kerusakan-kerusakan tersebut terjadi tidaklah bisa kita prediksi namun kita bisa memprediksi di mana letak kerusakan tersebut dengan gejala-gejala kerusakannya yang terjadi pada peragkat elektronik tersebut.

Berikut ini macam-macam serta letak kerusakan yang sering terjadi pada DVD PLAYER juga langkah-langkah yang sebaiknya di lakukan dalam memperbaiki DVD PLAYER.





1. DVD PLAYER MATI TOTAL / MATOT :
  • Periksa bagian power supply mulai dari kabel listrik / kabel AC,sekring kebanyakan kerusakan terjadi pada komponennnya antara lain elco,dioda,transistor cek pakai avo meter.ganti transistor S8550 / S8050
2. DVD PLAYER TIDAK ADA SUARA :
  • Periksa kabel jack RCA AUDIO pasitkan dalam kondisi bagus
  • kerusakan mungkin terjadi pada IC AUDIO dengan no seri 4558 bisa juga kerusakan pada transistor SMD
3. DVD PLAYER TIDAK ADA GAMBAR :
  • Kerusakan seperti ini sering terjadi pada IC VIDEO di MPEG atau periksa juga jalurnya mungkin ada yang putus.
4. DVD PLAYER TIDAK MAU OPEN / CLOSE :
  • Periksa bagian mekanik terutama motor dan karet motor 
  • Periksa tombol open / close
5. DVD PLAYER NO DISC :
  • Periksa OPTIK / lensa bila cahaya yang di pancarkan terlalu redup maka OPTIK tersebut rusak ganti saja dengan yang baru apabila mengganti yang OPTIK yang baru di beli biasanya ada jumperan solder yang harus di putus agar OPTIK bisa di pakai.
  • Periksa kabel OPTIK ke MPEG ganti saja dengan yang baru.
  • Periksa motor penggerak / pemutar disc bila putarannya telalu lambat motor tersebut sudah rusak dan harus di ganti.

Demikian semoga bermanfaat

Sumber http://divaizz.blogspot.com

TV CHINA MATI TOTAL


    Kemarin sore dapat servis tv china dengan kerusakan mati total, menurut informasi dari pemilik tv kejadian awal sering mati sendiri trus di start normal lagi dan terakhir udah gak bisa sampai listrik di rumah padam, waah ini berarti power regulator short dalam pikiranku, langsung saja sesuai prosedur buka cover belakang trus dibersikan dari debu biar nyaman waktu mengerjakanya.

    Pengukuran langsung tertuju di capasitor utama power suplay dan benar terjadi hubung singkat, saya lepas transistor power, ukur kembali hubungsingkat sudah hilang beraati transistor power yang mengalami kerusakan, setelah pengantian saya coba ternyata belum bisa mengeluarkan teganggan  +115 Volt,  waah ini apa lagi ? pencarian di lanjutkan dari resistor, capasitor, transistor, diode, optocopler sampai variabel resistor semua baik tidak ada gejalah kerusakan, tapi kok belum bisa mengeluarkan teganggan di secunder travo. 

    Nah ini dia yang belom di periksah, lalu travo di angkat dari mainboart diperiksah ternyata dari plastik / isolasi travo uda mengkerut hingga berubah warna kemungkinan terjadi hubungsingkat di lilitan secundernya. setelah mendapatkan penganti travo inventer langsung saya pasang, untuk keamanan lepas dulu trasistor horizontal kalau tegangan yang di hasilkan tidak terkendali. probe hitam ke casis atao ground, probe merah ke pin + capasitor 100 uf / 160 Volt langsung saya start . . . . dan Alhamdulillah + 115 sudah keluar, baik teganggan vertical audio juga untuk program, lanjut pasang kembali transistor horizontal coba langsung terdengar suara kemudian gambar semua normal. Alhamdulillah. . . terselesaikan tv ini dengan sumber kerusakan travo inventer

PENGENALAN KOMPONEN ELEKTRONIKA ( KAPASITOR )

Kapasitor

Kapasitor atau kondensor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik selama selang waktu tertentu tanpa disertai adanya reaksi kimia.
Kapasitor banyak digunakan pada peralatan elektronika seperti pada lampu kilat kamera, cadangan energi pada komputer saat listrik mati, pelindung sistem RAM pada komputer dll.
Pada dasarnya, kapasitor terdiri atas sepasang pelat konduktor sejajar dengan luas A yang dipisahkan oleh jarak yang kecil. Dua konduktor tersebut dipisahkan oleh suatu bahan isolator yang disebut bahan dielektrik.
Saat kapasitor diberi tegangan, kapsitor akan menjadi bermuatan. Satu pelat menjadi bermuatan positif dan pelat yang lainnya bermuatan negatif. Jumlah masing-masing muatan pada kedua pelat tersebut sama. Jumlah muatan Q yang terdapat pada muatan sebanding dengan beda potensial sesuai dengan persamaan : Q= CV. Dengan C menunjukkan kapasitansi kapasitor. Kapasitansi kapasitor adalah kemampuan kapasitor untuk menyimpan energi listrik.
Kapasitansi tidak bergantung pada Q dan V. Nilainya hanya bergantung pada struktur dan dimensi kapasitor sendiri. Jadi C dapat ditulis dalam persamaan C=permitivitas hampa udara dikalikan A/d.

2. Jenis-jenis kapasitor
Berdasarkan bahan dielektrik dan penggunaannya, kapasitor dibagi menjadi beberapa jenis seperti berikut.
a. Kapasitor variabel (Varco)
Kapasitor ini digunakan untuk tuning pesawat radio atau mencari gelombang radio. Kapasitor ini menggunakan udara sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor jenis ini menggunakan pelat yang tidak dapat digerakkan (stator) dan pelat yang dapat digunakan (rotor). Varco biasanya terbuat dari bahan aluminium. Dengan memutar tombol, luas pelat yang berhadapan dapat diataur sehingga kapasitas kapasitor dapat diubah. Dengan mengubah kapasitas kapasitor, frekuensi sirkuit yang dicari dapat distel. Berikut ditunjukkan suatu varco.
b. Kapasitor keramik
Kapasitor keramik mempunyai dielektrik yang terbuat dari keramik. Kapasitor ini memiliki elektroda logam dan dielektritnya terdiri atas campuran titanium oksida dan oksida lain. Kekuatan dielektriknya baik sekali sehingga mempunyai kapasitas yang besar. Meskipun demikian, ukuran kapasitor keramik relatif kecil. Kapasitor keramik digunaka untuk meredam bunga api, seperti pada bunga api yang timbul pada platina kendaraan bermotor.

c. Kapasitor kertas
Kapasitor ini mempunyai dielektrik yang terbuat dari kertas. Kapasitor kertas mempunyai lapisan-lapisan kertas setebal 0,05-0,02 mm di antara dua lembaran kertas aluminium. Kertas tersebut diresapi dengan minyak untuk memperbesar kapasitas dan kekuatan dielektriknya.
d. Kapasitor plastik
Kapasitor plastik mempunyai selaput plastik sebagai dielektriknya. Kapasitor ini mempunyai elektroda logam dan lapisan dielektrik yang terbuat dari bahan polisterina, milar atau teflon dengan tebal 0,0064 mm. Kapasitor plastik digunakan untuk koreksi faktor daya dalam sisitem daya listrik pada fisi nuklir, pembentukan logam hidrolik, penyelidikan plasma dielektrik.

e. Kapasitor elektrolit (Elco)
Kapasitor elektrolit mempunyai dielektrik berupa oksida aluminium. Elektroda positif terbuat dari bahan logam, seperti aluminium dan tantalum, sedangkan elektroda negatif terbuat dari bahan elektrolit. Bahan dielektrik digunakan untuk melapisi elektroda negatif. Tebal lapisan oksida sekitar 0,0001 mm. Kapasitor ini hanya digunakan pada tegangan DC yang berdenyut pada rangkaian radio, televisi, telefon, telegraf, peluru kendali, dan perlengkapan komputer. Fungsi elco adalah sebagai perata denyut arus listrik.


BERSAMBUNG................

PENGENALAN KOMPONEN ELEKTRONIKA ( RESISTOR )

RESISTOR 

Resistor adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik. Dengan resistor listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya anda bertanya-tanya, apa itu resistor ?, seperti apa bentuknya ?, bagaimana cara kerjanya ?, oops..., nanti dulu saya baru akan menjelaskannya.

Ilustrasi Arus Air untuk mengetahui cara kerja Resistor
Setelah anda perhatikan animasi tadi, tentunya anda sudah mempunyai gambaran tentang bagaimana prinsip kerja dari sebuah resistor. Yah anda anggap saja arus air yang ada di animasi itu sebagai arus listrik, sedangkan bendungan sebagai resistornya. Jadi bila bendungan 1 kita anggap sebagai resistor 1 dan bendungan 2 sebagai resistor 2, maka besarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintu bendungan yang kita buka. Semakin besar kita membuka pintu bendungan semakin besar juga arus yang melewati bendungan tersebut bila ingin lebih besar lagi arusnya, yah tidak usah dipasang bendungannya atau dibiarkan saja, jadi bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi ( tahanan ) nya kecil, mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi dibatasi. Nah seperti itulah kira-kira fungsi Resistor dalam sebuah rangkaian elektronika.
Suatu fungsi dalam dunia teknik tentunya mempunyai satuan atau besaran, misalnya untuk berat kita tahu bahwa pada umumnya satuannya adalah "gram", satuan jarak pada umumnya orang memakai satuan " meter ". Nah untuk resistor satuannya adalah OHM, jadi mulai sekarang kita biasakan untuk menyebut besarnya nilai suatu resistor atau tahanan kita gunakan satuan OHM, yang sebenarnya berasal dari kata OMEGA. Maka tidaklah heran bila lambang dari OHM berbentuk seperti tapal kuda orang yunani menyebutnya omega entah kenapa demikian saya juga kurang paham karena saya bukan ahli sejarah he he he . Ok, jadi bila nanti anda melihat rangkaian elektronika lalu disitu tertulis misalnya 470 maka itu adalah sebuah resistor dengan nilai 470 OHM.., paham..!!.
Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R " , sedangkan icon nya seperti ini : . Ada beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal Film. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR ( Light Dependent Resistor ) dan Resistor yang yang nilai resistansinya berubah tergantung dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative Thermal Resistance ) agar lebih jelas coba anda perhatikan gambar 1-a, dan animasi berikut ini :

Prinsip Dasar, Cara Kerja Sebuah LDR

Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor
PotensiometerL D RN T CTrimpot
Lambang-lambang dari beberapa Jenis Resistor
Hmmm..., bagaimana friend !. Saya rasa sampai disini anda sudah memahami prinsip kerja dari resisor. Sekarang mari kita lanjutkan dengan materi yang lain.
Untuk resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode warna sebagai petunjuk besarnya nilai resistansi ( tahanan ) dari resistor. Kode-kode warna itu melambangkan angka ke-1, angka ke-2, angka perkalian dengan 10 ( multiflier ), nilai toleransi kesalahan, dan nilai qualitas dari resistor. Kode warna itu antara lain Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas dan Perak. ( lihat gambar 1-b dan tabel 1 ). Warna hitam untuk angka 0, coklat untuk angka 1, merah untuk angka 2, orange untuk angka 3, kuning untuk angka 4, hijau untuk angka 5, biru untuk angka 6, ungu untuk angka 7, abu-abu untuk angka 8, dan putih untuk angka 9. Sedangkan warna emas dan perak biasanya untuk menunjukan nilai toleransi yaitu emas nilai toleransinya 10 %, sedangkan perak nilai toleransinya 5 %.
Wah banyak sekali sulit untuk menghafalnya..!, hmmm.., kalau anda merasa kesulitan menghafal kode warna dari resistor beserta nilainya, coba perhatikan teks yang saya beri huruf tebal diatas. Kalau disatukan akan menjadi sebuah kata yang mungkin mudah bagi anda untuk menhafalnya ( Hi Co Me O Ku Hi B U A P == 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ). Ok sekali lagi coba anda lihat gambar 1-b dan tabel 1

KODE WARNAAPPLET WARNANILAITOLERANSI
Hitam
0-----
Coklat
1-----
Merah
2-----
Orange
3-----
Kuning
4-----
Hijau
5-----
Biru
6-----
Ungu
7-----
Abu-abu
8-----
Putih
9-----
Emas
0,110 %
Perak
0,011 %
Nah sekarang mari kita mencoba membaca nilai suatu resistor. Misalkan anda melihat sebuah resistor dengan kode warna sebagai berikut : Coklat, merah, merah, dan emas. Berapa nilai resistansi dari resistor tersebut..?. ( Perlu diingat..! : Untuk membaca angka pertama dari kode warna resistor anda harus melihat warna yang paling dekat dengan ujung sebuah resistor dan biasanya untuk angka ke-1,2 dan 3 saling berdekatan sedangkan untuk kode warna dari toleransi agak jauh dari warna-warna yang lain, sekali lagi lihat gambar 1-b dan tabel 1
Untuk membaca kode warna resistor seperti yang dipermasalahkan diatas, kita mulai menerjemahkan satu persatu kode tersebut. Warna pertama Coklat, berarti angka 1, warna kedua warna merah, berarti angka 2, warna ketiga warna merah berarti multiflier, perkalian dengan 10 pangkat 2. kalau diterjemahkan 12 X 10 2 = 12 X 100 = 1200. Berarti 1200 Ohm. dengan nilai toleransi sebesar 10 %. Akurasi dari resistor tersebut berarti 1200 X ( 10 : 100 ) = 1200 X ( 1 : 10 ) = 120. ( he he he, itulah ilmu exacta selalu berhubungan dengan matematika yupsss, padahal saya juga pusing nih ngitung-ngitung yang ginian, ha ha ha.. selingan aja ) jadi nilai sebenarnya dari resistor tersebut adalah maximum 1200 + 120 = 1320 Ohm, sedangkan nilai minimum nya adalah 1200 - 120 = 1080 Ohm. Kenapa demikian ...?. Karena karakteristik dari bahan baku resistor tidak sama, walaupun pabrik sudah mengusahakan agar dapat menjadi standart tetapi apa daya prosesnya menjadi tidak standart. Untuk itulah pabrik menyantumkan nilai toleransi dari sebuah resistor agar para designer dapat memperkirakan seberapa besar faktor x yang harus mereka fikirkan agar menghasilkan yang mereka kehendaki.
Sekarang coba saya kasih soal lalu anda cari nilai nya sendiri, ( buat PR . he he he..., kayak anak SD aja ). Soalnya begini : Didalam sebuah rangkaian saya melihat sebuah resistor jenis carbon dengan warna-warna sebagai berikut ; Merah, Kuning, Hijau dan Perak. Berapa nilai minimum dari resistor tersebut ?.
Di dalam praktek para designer sering kali membutuhkan sebuah resistor dengan nilai tertentu. Akan tetapi nilai resistor tersebut tidak ada di toko penjual, bahkan pabrik sendiri tidak memproduksinya. Lalu bagaimana solusinya..?. Nah...!, seperti yang pernah saya singgung diatas bahwa ilmu exacta selalu berhubungan dengan matematika, maka untuk mendapatkan suatu nilai resistor dengan resistansi yang unik dapat dilakukan dua cara ; Pertama cara SERIAL, dan yang kedua cara PARALEL. ( Wah.., nambah pusing lagi nih..! ). Dengan cara demikian maka masalah designer diatas dapat terpecahkan. Bagaimana cara Serial dan bagaimana pula cara Paralel, untuk lebih jelasnya coba anda perhatikan gambar 1-d.


Cara memasang Resistor cara Serial dan Paralel
Dengan Cara tersebut suatu nilai resistor dapat menjadi unik. Lalu bagaimana menghitungnya ?, Ehmm. mudah saja, untuk cara serial anda tinggal menambahkan saja nilai resistor 1 dan nilai resistor 2. ( R1 + R2 ) . Sedangkan untuk cara paralel anda dituntut untuk mengerti ALJABAR ( wah-wah lagi-lagi matematika ) tapi mudah kok. Kalau ingin mahir Matematika buka saja topik yang membahas khusus tentang matematika di situs ini juga. Ok kembali ke permasalahan. Untuk cara paralel ditentukan rumus sebagai berikut : misalkan kita memparalel dua buah resistor, resistor pertama diberi nama R1 dan resistor kedua diberi nama R2, maka rumusnya adalah : 1/R= ( 1/R1 ) + ( 1/R2 )
Contoh : Kita mempunyai dua buah resistor dengan nilai berikut R1=1000 Ohm , R2=2000 Ohm, bila kita menggunakan cara serial maka didapat hasil R1+R2 1000+2000 = 3000 Ohm, sedangkan bila kita menggunakan cara Paralel maka didapat hasil :
1 / R = 1 / R1 + 1 / R2
       1 / R = (1/1000) + (1/2000)
       1 / R = (2000 + 1000) / (1000 X 2000) 
       1 / R = (3000) / (2000000)
       1 / R = 3 / 2000
          3R = 2000
           R = 2000 / 3
           R = 666,7 Ohm -----> Resistor Hasil Paralel.

BERSAMBUNG................



PENGENALAN AVO METER

AVO meter adalah alat untuk mengukur arus, tegangan dan hambatan listrik. AVO meter adalah kependekan dari Ampere Volt Ohm meter. Ada dua jenis AVO meter yaitu AVO meter analog (tampilannya berupa jarum putar) dan AVO meter digital (tampilannya berupa display digital). Kadang orang menyebut AVO meter dengan multi tester.


Dalam penggunaannya penting sekali untuk memperhatikan dan memilih skala pengukuran yang sesuai sebelum melakukan pengukuran. Biasakan untuk menggunakan skala paling tinggi pada saat awal pengukuran baik arus, tegangan ataupun hambatan listrik. Selanjutnya bisa diturunkan skalanya jika dirasakan hasil pengukuran masih belum mencukupi tingkat ketelitiannya.

Sebagai contoh misalnya kita gunakan sebuah AVO meter analog untuk mengukur tegangan pada suatu sumber tegangan AC. Kita tempatkan saklar pada posisi VAC (pengukuran untuk tegangan AC), pilih skala tertinggi. Lihat simpangan jarumnya apakah sudah cukup untuk dapat terbaca ataukah simpangannya terlalu kecil sehingga sulit terbaca. Jika simpangan jarumnya terlalu kecil maka skala pengukuran bisa kita turunkan lagi sampai mendapatkan hasil simpangan yang dapat terbaca dengan baik. Jangan memilih skala yang terlalu kecil sehingga jarum menyimpang melebihi batas maksimum pengukuran, ini dapat merusakkan AVO meter. Penting juga memperhatikan polaritas jika yang kita ukur berkaitan dengan arus dan tegangan DC. Jangan sampai terbalik karena dapat juga merusakkan AVO meter.

Untuk AVO meter analog penting juga mengkalibrasi AVO meter sebelum digunakan untuk melakukan pengukuran, terutama dalam mengukur tahanan (resistor) agar hasil pengukurannya akurat. Caranya hubungkan tap2 AVO meter lalu putar penepat not (kalibrator) hingga jarum tepat menunjukkan angka 0 ohm, baru kemudian siap digunakan. Jika skala pengukuran diubah biasanya harus dikalibrasi lagi.


Untuk AVO meter digital biasanya dilengkapi dengan kemampuan untuk mengukur kapasitas sebuah kapasitor serta hfe transistor, dan tanpa perlu dikalibrasi. Sepertinya memang lebih praktis tapi harganya juga praktis lebih mahal.
Tapi ada juga AVO meter analog dengan merek tertentu yang lumayan mahal karena memang hasil bacaannya akurat dan bagus, cuma tetep bacanya mesti harus melirik simpangan jarum
Nah sampai disini saja dulu uraian singkat mengenai AVO Meter nanti kita lanjutkan lagi pelajarannya. Sukses selalu........